20/04/2012

Kartini,Sebatas Di Tweetkan ? lalu menjadi Berhala Lagi?






Emansipasi seakan menyeruak lagi !
oh... hanya didunia maya,
kukira nyata ......



Hari ini hari kartini | terus?
tak ubahnya perulangan perayaan kuno sebatas update facebook dan di tweetkan lagi .
yang di bahanakan lewat dunia maya,
namun setelah itu? masih tetap menjadi berhala.
beramai ramai ingin merubah mainstream dan kesepakatan lama, namun cuma isapan jempol belaka. 
yang nyata bergerak? cuman itu-itu saja.

disini masih kita bicarakan perihal bagaimana gender masih saja menjadi penghalang .
laki-laki yang masih saja Memarka jalan bagi perempuan yang ingin punya langkah tak berbatas tujuan. 


maka masih saja selalu terlontar :

'kamu gausah bekerja, ini sudah tugas laki-laki' atau 'perempuan sebaiknya dirumah saja, lelaki itu kepala keluarga'     

ah ngehe !!! 
kalo udah ngemeng dan melestarikan tabiat itu, memang hidup akan menjadi lebih baik ? apakah lelaki yang selalu berada di garda depan membuat negara kita sudah merdeka? 
*tak semua lelaki seperti chuck norris. 

dan mari kita lihat bahwa negara yang dipimpin oleh lelaki pun (EsBeYe) tak lebih baik dari mereka yang ber ibu di negara nya. *lirik Carazon aquino
tanya kenapa?
toh mereka sudah move on, 
bukan otot lagi yang di Tuhan kan namun otak sudah mengkudeta sejak lama.
mereka tak lagi memposisikan wanita di belakang, kesetaraan sudah jadi konsumsi sehari-hari.
lalu? 
di negara ini, kita masih belum merasa malu menomerduakan wanita? 
hanya membiarkan wanita dirumah saja? menjadi pelampiasan bejat lelaki bermodal nafsu yang sudah basi di negeri ini.? 
#ironis 

silahkan saja remehkan lagi perempuan setelah ini, 
kalo memang setelan otak kalian masih sempit, 
sehingga tak mampu lagi pungkiri bahwa masih di agungkan sesuatu yang bernaung dibalik kolor, 
Segitiga bodoh yang diarsiri dengan otot yang masih dominasi.
yang punya otot yang boleh bicara, yang gemulai namun ber otak pada akhirnya hanya mampu terkungkung didalam,
ingin berontak tapi apa daya, otot lebih angkuh daripada isi kepala, 
celakanya,
kesepakatan moral seakan mengamininya.


ga usah ngomongin kartini kalo ente ente cuman bisanya coli tanpa berusaha merubah kesepakatan moral seperti ini. 
maunya eksis merayakan kartini di timeline yang berbaris,
namun otak tipis cuman bisa ngandalin otot berlapis.

kalau alasan situ menomerduakan wanita atas dasar agama,
silahkan gabung PKS saja .....





No comments:

Post a Comment