obliviate
"jika memang tiada harapan, tunjukkan jalan keluar dari hatimu"- Jalan keluar SO7
Surat ini tertulis untuk kamu
perjumpaan terakhir dengan perempuan yang pernah mencuri hati.
kita yang tak berjarak dalam ruang dan waktu yang berbeda,
tak bertautan mil untuk menemukan mu.
namun kita beda kali ini,
lama tak bercengkrama dan hanya dalam singkronisasi BBM singkat dan sapaan pagi .
menjadikanku canggung membahasakan rindu .
yang ku bisa hanya memungut diam , menikmati lentik mata di balik ponsel mu ,
terkadang curi pandang,
agar kau tak tau bahwasanya perona pipi itu kunikmati
untuk kusimpan , kubawa sebagai bekal bermimpi.
----------------------------------
namun
bagaimana baru kurasakan bahwa kutemukan cinta sepagi ini, namun luka menghampiri ku juga sedini ini.
kamu yang benar benar bisa memenangkan perhatian ku.
juga benar mampu menjadi satu satunya yang bisa mematahkan ku saat ini.
dimana saat sedang kurajut harapan yang kutata rapi dalam perjalanannya, kali ini harus kusimpan lagi di pandora, tanpa sempat untuk kutampilkan dalam keadaan kamu dan aku bersama, menulis banyak 'kita' kedepan nya.
ya, impian belaka yang tadi malam terenyahkan juga .
---------------------------------
sudah kuduga
tepatnya setelah kau abaikan banyak pesan singkatku,
dan zona nyaman itu seakan memudar
tertelan kabut karena pengakuan yang ku curahkan.
aku cinta kamu hingga buta dalam mencemburui isi timeline mu.
kalaupun terkesan berlebihan , tapi yang kutulis disini,
tersirat nyata tanpa noda kemunafikan ku akui ini semua,
bahwa kamu yang kudamba,
kucintai tanpa kutakar lagi.
kalo boleh memilih ,lebih baik kusimpan ini sendiri,
menikmati cara ku mencinta mu dalam hati,
tanpa kamu tau, tanpa resiko menerka yang pasti akan ku jumpa di depan mata
tentang penolakan seperti ini pada ku.
"Bagaimana bisa mengharap kau datang, jika justru aku yang tak pulang?
Menyingkir darimu adalah caraku merawat rindu."
setelah ini,
kamu dan perasaan ini,
yang akan benar benar kusimpan sendiri,
sedikit kubagi di blog ini,
namun masih akan tetap mendominasi hati,
mungkin tak ingin kutampakkan cerita patah hati ku disini,
untuk kamu
hanya ingin ku titipkan segala pesan ,merajut rindu,
ku kirim lewat mimpi, lagi lagi mimpi,
karena di saat itu lah aku benar benar dekat dengan mu,
melihat dua lentik di bawah kelopak matamu,
senyum pipi merah, aksen kesukaan ku .
bukan nya berniat melupakan mu,
tak mungkin bisa , karena ku tak tau caranya lakukan itu,
namun,
disini , saat ini ,
merasa kurang berani menerima kenyataan
saat kau berubah lalu menolakku dikala makin ku getirkan perasaan ini menjadikan nya nyata.
mulai kini
segumpal cinta tanpa takaran untuk mu ini.
akan kuyakinkan kusimpan sendiri dalam hati,
tapi dalam doa ku padamu,
akan ku rapal nama mu kepada tuhan.
masih setelah doa ku untuk orang tuaku, lalu kamu.
yang isi nya hampir sama seperti doa ku kpada orang tua ku.
agar kamu ,
terjaga dalam peraduan hidupmu,
memekar senyum meretas dewasa,
----------------------------------
seperti kataku malam tadi
bukan berarti kau tolak aku lalu aku lalu berpaling dan berhenti mencintaimu secepat itu.
aku akan menunggu rasa ini pudar sendirinya,
kutahu akan lama namun kutempuh resikonya,
kau kira aku bakal menunggu kamu membuka hati untuk harapan yang kutau sudah tak ada dan feeling yang sudah kau makam kan untuk ku?
- Iya,
dan
selalu kau tanya mengapa ku bisa mencintaimu secepat ini?
- karena kamu pantas :)
"maaf aku delete contact BBM kamu , bukan termakan omongan sendiri namun seperti saran kamu agar tak lagi berharap lebih kepadamu,
namun PIN akan selalu aku simpan seperti harapan yang masih aku tunggu sampai kapanpun.
dan timeline kamu selalu akan kunikmati, karena aku senantiasa bakal rindu kamu.
saya mungkin orang yang terhitung rajin bermimpi ,
bahkan apa yang sudah jelas saya yakin tak mungkin terealisasi pun pernah saya mimpikan,
seperti rasanya punya sayap, terbang pasti menatap tujuan saya.
walau pada akhirnya tak kutemukan langit disana,
namun tidak pernah benar - benar tau rasanya sakit karena terjatuh,
karena pun saya lupa jalan untuk turun,
untuk berpijak lagi,
mengurungkan niat juga tak sempat lagi dilakukan,
karena hidup bukan sekedar dua jam acara FTV
saya pun punya waktu teramat banyak untuk bermimpi,
banyak tema yang saya terbangkan bersama harap cemas saya,
dan apakah akan terealisasi,
dari puluhan yang bersayap,
satu dua episode itu sudah nyata menatap saya,
walaupun pada akhirnya sudah kau patahkan hati.
salah satunya,
saya dipertemukan dengan perempuan,
yang saya pinta dan,
yang diperbolehkan tuhan untuk saya kagumi,
satu bidadari dalam tema asmara hidup saya,
karena kisah hidupnya dan senyum itu,
saya syukuri itu
untuk itulah saya masih berharap kepada kamu.
menderingkan handphone saya,mengabarkan keadaanmu suatu saat nanti.
membuka harap saya untuk menyandingkan perasaan saya kepadamu,
ya saya masih berharap, walau itu sia - sia.