08/07/2012

tiny stories






*impedmenta
maka sampaikanlah kepada matahari,
agar tak kau muncul lebih pagi.
karena hanya dalam malam dan saatku bermimpi kumampu abadikan kebersamaan ini secara pasti,
sebelum kau rengut kembali.
ya, harapan kembali tertidur dan tak akan bangun lagi.


-------------------------------


dan semalam lagi-lagi tuhan mengerjaiku,
mempertemukan kamu dan aku dalam ruang hampa,
tanpa bisa berpikir bagaimana berbalik arah dan kembali ke nyata sebelum pagi tiba,
atau pedar pedar kepedihan menghampiriku lebih awal dalam kisahnya.
ya  kembali memimpikan mu,
perempuan yang berakhir duka sebelum ini.


kamu dan aku yang dipertemukan di sebuah tempat tanpa ku tau rimbanya, kamu yang tersenyum dalam peluk yang kupunya, kukatakan selamat jalan atas kepergianmu entah kulupa kau akan kemana, adakah bintang malam di atas kita juga tak mampu menyampaikan tujuan mu?
adakah dihati lain yang lebih menyempurnakan mu?
kepadanya yang mampu menggenggam rapat sela jemari mu dan bahagiakanmu ?
namun,
yang kutahu pasti, kamu hadir lagi di mimpiku,
bukan kali pertama , namun ini berulang lagi,
dengan kisah tak sama setelah nyata membangunkanku kali ini,
bahwa mentari mampu bisikkan kamu nyatanya sudah pergi dari kehidupan ku,
perih yang tersisa,
alasan kenapa ku tak mau lebih pagi membuka mata untuk temui asa yang sudah tiada.


lalu, bagaimana aku mampu memimpikanmu secara berulang padahal yang tercetak tebal sudah pasti penolakan tempo hari?
adakah Tuhan memang mau menjanjikan ku harapan palsu ?
dibiarkan nya harapan hanya hidup di kesunyian malam saat ku terlelap lalu kujumpa pagi yang putus asa lagi?


ataukah ini desakan dari keinginan hati yang memuncak untuk terus mengejarmu?
dan tuhan mengamininya dengan menampilkan bayangmu dalam mimpi-mimpiku agar dalam nyatanya kau akan kuperjuangkan lagi?
ah, sudahlah.
saya memang ambisius namun pribadi tau diri,
maka jangan biarkan saya sendiri dan berkesempatan melamunkan rury,
lalu tuhan lagi-lagi mengamini ataukah mengerjai ku lagi,
mewujudkan dalam peraduan semalam saja.


kalaupun nyatanya dalam sunyi aku masih mengingat dia sang tokoh utama dalam mimpi memekarkan senyumnya ini,
tak layak bagi ku menyalahkan tuhan yang memberikan pertemuan singkat antara aku dan rury sebelum ini.
kamu, mungkin bagian dari skenario tuhan kepadaku untuk kujumpa lagi suatu saat nanti,
" hanya saja kali ini mungkin harapan ini hanya mampu aku berhalakan , 
tetapi siapa tau nanti cinta ini masih di ijinkan untuk aku perjuang kembali"
amiiin.






No comments:

Post a Comment