22/01/2012

untukmu, yang menjadikan autis bahan candaan







episkey
"namun memang Tuhan sedang sesayang -sayangnya pada mereka,
maka diberinya perhatian lebih dari yang lain,
lalu dijadikan oleh kalian,
sebagaimana bahan candaan?."-10


hai kalian.
bolehkan surat saya tujukan kepada kalian
yang masih gemar memakai kata 'autis' buat candaan.
apa sudah matikah kosa kata ? 
sehingga sampe hatinya pake kata yang menurut saya
ga layak buat di bincangkan atas dasar cuma untuk bercandaan semata.
kalian sadar dong .
kan masih banyak kosa kata yang bisa dibubuhkan menggantikan kalimat seperti 


'anak itu autis banget kalo pas jam istirahat ( menggambarkan keseringan gunakan BB )


hmm...
sama aja disini,
tak tau cara memposisikan diri menggunakan kata itu,
coba pahami arti sebenarnya sekarang :


" Autisme adalah gangguan perkembangan yang kompleks yang gejala-gejalanya meliputi perbedaan dan ketidakmampuan dalam berbagai bidang seperti kemampuan komunikasi sosial, kemampuan motorik kasar dan motorik halus, dan kadang kemampuan intelektual. "


mereka para penyandang autis yang sebenarnya
bahkan tak ingin mengidap gangguan seperti itu, 
kesulitan komunikasi hingga keterasingan sosial.
lalu sudah sadarkah kalian yang masih suka bercandaan pake kata itu?
bahwa bercandaan yang terucap dari kalian salah .
tak lain sama saja  merendahkan mereka,
dengan melakukan aksi pukul rata definisi 
yang jelas jauh beda dari yang kalian buat candaan dengan apa yang kalian lakukan,


rasakan pula bagaimana perasaan keluarga mereka.
posisikan diri jadi ibu, 
dari para penyandang gangguan autis itu
lalu?
masihkah tega kalian?
melukai hati mereka bukan?
menjadikan kata itu, sebagai bahan olokan ?

surat ini memang untuk kalian yang saya cinta,
tolong mulailah hentikan menggunakan kata kata autis 
di tempat dan kalimat yang sebenarnya tak tepat apalagi dibilang layak sebagai
bahan candaan,
kalian yang masih mampu berinteraksi normal,
juga masih diterima sosial,
seharusnya bersyukur masih diberi hidup yang lebih beruntung dari mereka.
sebaik baiknya malah berikan simpati,
bukan menyalahgunakan arti.







No comments:

Post a Comment