I live like a bitter sweet taste of coffee that I drink every day till maybe I will be killed also because caffeine someday
25/01/2012
kamu dan harakiri hati
*Lokomotor mortis
"mungkin kah mentari yang biasanya hangat itu,
sebenarnya diam diam menaruh rasa kepada sang surya,
lalu cemburu hati membutakan nya,
bersikap dingin kepadamu peri malam ?".-13
menulis surat cinta juga seakan tak berarti lagi bagimu.
skeptis perasaan yang tersirat hanya akan tersiakan.
karena yang berniat kau titipi pesan nampak begitu sensi ,
mungkin berujar tak mau untuk kau repoti.
maka,
kini aku pun semakin sanksi,
maksud hatimu tak akan terbaca kepada nya yang ingin kau jejakkan rasa.
kepada kamu, si peri malam,
siapa tau rupa hati mu,
mungkin saja kepedihan sedang kau sembunyikan di balik salah satu acak bintang.
tiap malam nya, kamu seka tangis disitu,
berusaha meng-iya-kan kenyataan,
bahwa laku mu yang ternyata lebih mendamba Sang surya daripada Purnama,
mau tak mau bersiap tuk korbankan lagi perasaan,
sesampainya kamu di dimensi waktu yang pasti tegaskan peran,
si antagonis itu,
buru - buru merengut harapan.
tentang kebersamaan yang kau impikan ,
semata menjadi sebatas bualan,
olehnya,
damba hanya bakal di nisan kan .
sedang kubicarakan disini,
Si mentari , musuh abadi untuk mu,
pembunuh berdarah panas perengut perasaan,
pemisah hati yang tak ingin kan radar cintamu dirasa tujuan hati .
kepada mu, si peri malam,
bukan berarti kasih yang tak sampai, lalu putus asa
menjadi buta dan serta merta lakukan harakiri kepada hati,
karena,
masih ada senja yang kukira berbaik hati dan tak memilukan harapan,
mau menyampaikan relung rasa walau hanya serupa mimpi bagi sang surya,
karena, disampaikan nya pesan mu oleh senja,
di saat krusial dimana sang surya mulai perlahan melenyapkan cahaya,
saat dimana kamu malah mulai terbangun dan memupuk asa bertahta bintang di langit sana.
tentang KAMU si peri malam, dan DIA sang surya
yang ingin menjadi kan KITA.
bagai dua sisi mata uang koin,
yang tak pernah saling menatap rupa,
namun sadari hati,
bahwa raga sebenarnya telah bersama.
Labels:
#30harimenulissuratcinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment