03/02/2012

Cerita malam minggu sebelum ini





*Prior incantato
"namun kali ini hanya akan aku simpan di draft lagi ."-22




Surat ini pernah tertulis untuk kamu.
tepatnya dimalam minggu sebelum ini.
perjumpaan terakhir dengan perempuan yang pernah mencuri hati.
--------------------------------


namun aku masih saja mengingat cerita semalam,
mengingat kamu dan senyum tipis manis ,
di malam dimana lampu kota menjadi saksi dan membisu
mengetahui bahwa akhirnya ku bertemu kamu yang kurindu.


kita tak lagi berjarak dalam ruang dan waktu yang berbeda,
tak bertautan mil untuk menemukan mu. 
namun kita beda kali ini, 
lama tak bercengkrama dalam singkronisasi pesan singkat dan rutinitas sapaan pagi  .
menjadikanku canggung membahasakan rindu  .
yang ku bisa hanya memungut diam , menikmati lentik mata di balik ponsel mu  ,
terkadang curi pandang, 
agar kau tak tau bahwasanya  perona pipi itu kunikmati 
untuk kusimpan , kubawa sebagai bekal bermimpi.


' ini nyata, dan doa kembali berbicara' 


jangan pernah tanyakan lagi bagaimana kuingat jalan ku mencapai rumah mu,
kutolak amnesia ,
semua hal tentang kamu, keajaiban mengenalmu  hingga sampai dititik  mampu merindu ,
masih sangat fasih kurapal.
maka tolong, jangan tanyakan lagi, 
percayalah,
belum pernah ada yang berkurang dari ingatanku.


perjumpaan singkat semalam memang tak mampu memiliki bahkan menimbulkan senyum untuk mu ,
namun setidaknya tidak bagiku ,
pertemuan singkat dengan mu, 
bisa sedikit menyamarkan rindu ku dalam merayap kota ini.


'biarkan ku nikmati ini sementara,
bukan hanya dalam sujud yang lama'







No comments:

Post a Comment