27/01/2012

antara (inginkan) Luka dan Penawarnya






*expecto patronum
"kepada kamu yang buatku ingin merasakan luka dalam nyata,
menjadi pasien yang mampu memuja susternya teramat lama."-15   




maka
di beranda tangis karena keterpisahan aku dan kamu.
yang makin lama , ternyata waktu juga makin meruncingkan rindu .
lalu bilahnya rajin menikam hati , lalu dihunusnya lagi.
menikam lagi , dihunus nya kembali,
hingga mati nampaknya sudah kulalui berulang kali.


namun kali ini,
Perih itu sepertinya sudah dipengujung kering.
kutemukan kamu,
penawar yang selama ini kucari ,
tak serupa pulvis ,
tapi mujarab menggugurkan peluh duka,
membuatku mampu tersenyum lega,
seakan kematian sudah siap bereinkarnasi.


kamu
yang tak habis nya mau ku ceritakan kepada semesta.
melalui tarian jemari memaparkan
perempuan pemalu yang pandai mengudeta mimpi.
kudengar kau telah menjadi perawat di kota tetangga ku kini?
apa itu benar adanya?


tibanya kudengar berita ini .
rona bahagia tak bisa kusembunyikan lagi. 
hingga inginku terjebak diantara malaikat pencabut nyawa dan  penantian hadirmu dalam nyata,
lalu kamu datang dengan tergesa ,
mengakrabkan jarum suntik dengan nadiku,
menyelamatkan rinduku.


ah
ternyata aku bahagia,
kamu dan impian telah se irama : ) 





No comments:

Post a Comment